Memecahkan record rendiri

Halo sobat..selamat berjumpa kembali di tahun ajaran baru. Semoga semuanya bisa melaksanakan tugas sebagai mana mestinya. Yang penting, hari ini adalah hari yang terbaik dan lebih baik dari yang kemarin.

Seorang pelari akan menjadi tidak konsentrasi tatkala dia selalu kecepatan pelari yang lain. Energi pikirannya sering kali untuk mengontrol kecepatan lawan yang pada akhirnya usaha untuk menjadi pemenang sangat sulit ia dapatkan.

Pelari yang tangguh, dia akan memecahkan rekor sendirinya. Walau dia tidak mencapai garis finish yang pertama, namun perubahan rekor waktu yang baru akan menjadi kebanggaan dirinya.

Begitu juga, dalam belajar sekolah. Teramat sering mungkin kita memperhatikan laju belajar teman kita sendiri, yang pada akhirnya anda lupa pada potensi anda sendiri. Padahal energi potensial anda belum seluruhnya anda rubah menjadi energi gerak/kinetis. Energi kinetis menunjukkan gerakan yang dimiliki terlihat begitu cepat dan semangat.

Pecahkan rekor sendiri….

Kalau ada 2 orang siswa yang sedang bersaing. Di ulangan per Si A  mendapatkan nilai fisika 7 dan si B mendapatkan nilai 4. Pada ulangan ke dua, ternyata si A dan si B medapatkan nilai 8. Nilai yang sama besar dan sama warna akan tetapi tak sama dalam makna. Kalau kita kaji peningkatan siA hanya 1 point saja. Dan si B brhasil memecahkan rekor sendirinya dengan menambah point sebanyak 4 point. Inilah yang saya maksud dengan memecahkan rekor sendiri.

Sebagai mana dalam hukum 2 Newton, percepatan gerak benda akan bertambah jika gaya dorongnya semakin besar dan akan semakin lambat…lelet..tak bergairah..Lemah lesu lunglai.. atau apapun namanya jika bebannya semakin besar. Seorang siswa tangguh, walaupun beban dirinya begitu besar, maka dia akan memperbesar gaya dorongnya agar akseleresai / percepatan belajarnya dapat di kendalikan.

Selamat memecahkan rekor baru…

2 Sebab orang gagal. Di banyak berfikir tanpa bertindak, di banyak bertindak tanpa berfikir….

One response to “Memecahkan record rendiri

  1. setuju sekali, pak. kalau tidak salah, semangat seperti ini yang coba diterapkan dalam kurikulum pendidikan kita. pesaingnya bukan orang lain, melainkan dengan dirinya sendiri.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s