Astronomi dan transportasi

(Bagian 2)

Ayat ke 37-40. “ dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah malam;kami tanggalkan siang dari (malam) itu, maka seketika itu mereka (berada dalam) kegelapan. Dan meatahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan (Allah) Yang Maha Perkasa, Maha Mengetahui. Dan telah Kami tetapkan tempat peredaran bagi bulan, sehingga (setelah ia sampai ke tempat peredaran yang terakhir) kembalilah ia  seperti bentuk tandan yang tua. Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan san malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya.

 

Penemuan terhadap peredaran bumi diporosnya dan perputaran bumi mengelilingi atahari dianggap sebagai penemuan paling menakjubkan di dalam ilmu astronomi. Akan tetapi, Al-Qur’an telah mendahului penemuan dari ilmu ini sejak ribuan tahun sebelumnya. Ilmu pengetahuan modern tidak mampu memecahkan apa yang terkandung di dalam Al-Qur’an mengenai peredaran matahari,  kecuali pada masa-masa terakhir.

Ayat-ayat Al-Qur’an di atas telah mengumpulkan informasi-informasi yang dianggap sebagai bantuan utama terhadap ilmu pengetahuan dan bagi para ilmuwan. Ayat tersebut mengatakan bahwa sesungguhnya sistem tata surya dan benda-benda yang berada di sekitarnya bergerak di orbitnya masing-masing. Sementara matahari beredar dari jarak yang jauh dari benda-benda langit itu. jadi matahari tidak akan mengjar bulan karena ia berputar pada tempat yang telah ditetapkan baginya.

ilmuwan yang pertama kali mengatakan peredaran bumi pada porosnya adalah Copernicus pada tahun 1543, atau 1000 tahun setelah Al-Quran. Ia juga menegaskan bahwa pergerakan matahari yang tampak oleh manusia, pada hakekatnya adalah pengaruh dari perputaran bumi terhadap matahari. Gagasannya mendapat tantangan dari para pendeta yang saat itu menggap bumi sebagai pusat tata surya. Namun akhirnya mereka sampai pada kesimpulan yang telah ditetapkan Al-Qur’an sebelumnya.

Transportasi

Ayat 41: dan suatu tanda ( kebesaran Allah) bagi mereka adalah Kami angkut  mereka dalam kapal yang penuh muatan. Dan Kami ciptakan (juga) untuk mereka (angkutan lain) seperti apa yang mereka kendarai.

Ayat ini mengisaratkan tentang adanya sarana transportasi dalam kehidupan manusia. Kapal salah satunya, merupakan kajian fisika fluida. Allah mengajarkan bahwa benda yang massanya jauh lebih besar dari sebatang jarum dapat mengambang di air. Konsep ini ditemukan secara tidak sengaja (serendipity) oleh Archimedes. Sampai pada akhirnya  diperoleh kesimpulan bahwa benda akan mengapung di permukaan air hanya dicapai ketika kerapatan benda tersebut (massa jenis) kurang  dari massa jenis fluidanya. Dengan demikian, sesungguhnya kapal yang begitu besar dan berat, kerapatannya masih kurang dari kerapatan air laut. Dan raungan- ruangan yang kosong inilah digunakan sebagai sarana angkutan juga sistem pengendalian kapal.

2 responses to “Astronomi dan transportasi

  1. Pingback: Mengungkap Misteri surat YASIN dengan Fisika | RAHASIA FISIKA (RF)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s