RSBI vs Fisika

Akhir-akhir ini pemerintah sedang menggalakan sekolah Rintisan Sekolah Berstandar Internasional atau yang kita kenal dengan RSBI. Hal yang semestinya di persiapkan adalah kesiapa tenaga kependidikan juga sarana prasarana yang mendukung tercapainya RSBI. Tidak mudah memang menjadi sekolah berstandar internasional. Butuh tenaga ekstra bagi kalangan pendidik maupun peserta didik. Guru sebagai tenaga pendidik tentunya harus lebih banyak belajar untuk menambah wawasannya ditambah lagi dengan tuntutan penggunaan pengantar bahasa inggris dalam setiap kegiatan pembelajaran. Peserta didik juga harus terus belajar untuk menyandang peserta didik yang memiliki kualitas standar internasional. Lalu bagaimanakah tuntutan SBI pada  pembelajaran Fisika?

Selama ini fisika sebagai mata pelajaran yang hanya disukai beberapa siswa saja. Jadi penyampaiannya harus didesain semenarik mungkin. Perbedaan yang paling mencolok hanya terletak pada penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa yang lebih dominan digunakan dalam proses belajar mengajarnya terutama pada menjelaskan konsep. Sehingga, salah satu faktor yang cukup besar mempengaruhi hasil belajar Fisika ini adalah bahasa. Baik kemampuan bahasa yang dimiliki guru maupun kemampuan bahasa yang dimiliki oleh siswa.

Disetiap pertemuan pada pelaksanaan pembelajaran guru selalu membuka pelajaran dengan bahasa Inggris. Namun, ketika menjelaskan pelajaran bahasa yang digunakan tidak semuanya berbahasa Inggris. Hal ini dikarenakan, adanya kekhawatiran siswa tidak mampu menangkap pelajaran. Setelah menjelaskan dalam bahasa Inggris, jika guru melihat siswa tampak tidak mengerti maka guru akan bertanya kepada siswa dengan bahasa Inggris. Namun, jika siswa tidak merespon maka guru akan membahasakan dengan bahasa Indonesia.

Pada masa Rintisan, Pembelajaran Fisika memang dituntut untuk dilakukan dalam bahasa Inggris. Sedikit demi sedikit guru dan siswa berusaha untuk melakukannya. Selain untuk memenuhi standar kompetensi, targetan atau tujuan yang tak kalah pentingnya adalah siswa mampu memahami pembelajaran Fisika dalam bahasa Inggris. Disetiap pertemuan, guru akan selalu memberikan kata kunci berupa kata-kata dalam bahasa Inggris yang sering digunakan dalam konsep Fisika. Misalnya ketika menghapal simbol-simbol fisika, secara tidak langsung sebenarnya kita sedang memakai penggunaan bahasa inggris. Seperti yang sudah saya posting tentang trik menghapal simbol-simbol fisika.

Bahasa Inggris tidak hanya digunakan ketika guru menjelaskan pelajaran tetapi juga ketika guru bertanya kepada siswa dan siswa menjawab pertanyaan serta ketika guru memberikan latihan, baik berupa latihan soal maupun lembar kerja siswa.

Guru Fisika juga menyebutkan bahwa kendala dalam pelaksanaan pembelajaran Fisika di kelas RSBI adalah pada penggunaan bahasa Inggris. Jika membuat soal dalam bahasa Indonesia bisa dilakukan dalam waktu cepat maka untuk membuat soal dalam bahasa Inggris, guru Fisika membutuhkan waktu yang cukup lama. Begitu juga Kayaknya siswa jadi tambah sukar memahami soal fisika, belum untuk mengerjakannya akan butuh waktu untuk menerjemahkannya.

Mungkin itu beberapa antisipasi yang dapat kita lakukan dalam rangka RSBI. Bagaimanakah menurut anda??

About these ads

6 responses to “RSBI vs Fisika

  1. semoga pendidikan semakin ok dan bisa menghilangkan rasa yang selalu merasa wah .

    salam kujungan perdana .

  2. memaksakan diri dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa inggris dalam pembelajaran di RSBI makin menenggelamkan peran dan fungsi BI sbg bahasa resmi, kang ope. RSBI tdk semata2 ditandai penggunaan bahasa pengantarnya, tapi lebih pada kemampuan sdm, fasilitas, dan sarpras-nya.

  3. dalam bahasa kita aja mereka sulit memahaminya, apalagi dalam bahasa Inggris. Tapi memang harus dimulai dari sekarang …….. disini guru berperan sekali dalam perencanaan pembelajaran yang mudah dimengerti oleh siswa meskipun dalam bahasa Inggris.

  4. Kang ope, di tempat saya RSBI di idiomkan dengan, “Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional”, karena sangat mahalnya biaya pendidikannya, semoga saja RSBI nantinya tidak menjadi sarana liberalisasi pendidikan.

  5. malah bisa diplesetin pa “Rintisan Sekolah Bertarif Internasional”
    biarlah pake b indonesia juga menjelaskan yang penting anak faham, english its Ok sambli berjalan aza. tul ga????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s