Mengenal Tipe-tipe Soal Fisika

Kemampuan manusia dari sejak lahir akan terus bertambah. Bayi yang menangis secara fitrahnya sedang menginginkan sesuatu. Seiring dengan bertambah usia, sang anak mulai diajarkan bicara dan menghafal siapa ayah dan ibunya, menghafal lagu-lagu kebangsaan eh maaf lagu kesukaan. Prilakunya sesuai apa yang ia butuhkan saat itu. tidak berfikir ini salah dan ini benar. Jadi saat ini, kemampuan evaluasinya masih relatif sukup rendah.Dan di saat ini belajar memahami lingkungan sekitar. Setelah anak mulai besar dalam usia pra sekolah, sang anak mulai belajar menerapkan apa yang ia hafal dan fahami, misalnya saja anak mulai dapat menggunakan sedok, memakai baju sendiri, bermain Jigsaw “ menerapkan/menggabungkan gambar-gambar terpisah”.  Dan saat ini tentunya sang anak mengetahui mana yang salah dan yang benar.

Setelah masa ini, bisa kita lihat anak mulai kritis dan menganalisis sesuatu yang ada dilingkungannya. Misalnya anak bertanya dari mana nasi itu berasal, siapa sih tuhan itu, dari mana dia(anak) berasal. Disinilah kemampuan analisis anak mulai berkembang. Menginjak usia remaja anak kemampuan anak semakin meningkat, mulai dengan menganalisis, mensintesis atau mengaitkan konsep konsep kehidupan sampai pada masa akil baligh dimana anak sudah bisa mengevaluasi mana yang baik mana yang buruk, mana yang benar dan salah.

Begitulah kiranya alur kehidupan kemampuan manusia. Lalu apa sih hubungannya dengan tipe-tipe soal Fisika.?? Bagi calon atau tenaga pendidik tentunya sudah mengenal jenjang kemampuan kognitif yang menjadi panduan dalam pembuatan soal-soal. Bagi siswa tentunya tidak salah mengetahui ini bahkan dapat dijadikan strategi dan tolak ukur kemampuan dalam memecahkan berbagai persoalan.

Berikut jenjang kognitif sesuai dengan jenjang kemampuan manusia sebagaimana dijelaskan di atas.

  1. Jenjang Usia Pra Sekolah Sekolah Menengah Pertama:  di sini siswa ditutut memiliki kemampuan Hafalan (C1 “Cognitif tk.1”), Pemahaman (C2) dan Penerapan (C3)
  2. Jenjang SMA ke atas: pada usia ini, hendaknya kemampuan kita digiring pada tingkat lebih tinggi yaitu tidak sekedar hafal, faham dan bisa menerapkan tapi dapat menganalis (C4), mensintesis (C5) dan Evaluasi (C6) setiap permasalahan yang dihadapi.

Maka ukurlah kemampuan kalian dalam mengerjakan soal-soal fisika, apakah kalian baru bisa menerapkan rumus-rumus fisika, atau sudah lebih mengembangkan pikiran logika yang lebih tinggi. Dengan banyak berlatih soal, tentunya ini menjadi salah satu kunci dalam mengasah kemampuan kita menjadi lebih tinggi.

Ala bisa karena biasa. Lebih baik memeras banyak keringat di medan Latihan dari pada meneteskan darah dalam medan pertempuran….

SEMANGAT!!!!!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s