Category Archives: BAB 2. GETARAN,GELOMBANG, BUNYI

Glb berjalan, glb stasioner, Bunyi, Gejala Gelombang

Soal dan Pembahasan Gelombang Berjalan


Untuk Rezza dan Erna karki | July 24, 2011, berikut soal dan pembahasan gelombang berjalan bisa download disini dan di sini! ukurannya < 300 kB dalam fromat pdf dan word

Bergitu juga kalo ingin latihan, sy telah buatkan 10 soal tentang gelombang berjalan. Jika ada kesulitan silahkan tinggalkan jejak dipostingan ini.

Terima kasih kepada pembaca atas masukan dan  permohonan dalam konten materi-materi  fisika di blog ini. Mudah2an sy bisa membantu

Gelombang elektromagnetik


Pengembangan teori elektromagnetik pada awal abad ke-19 oleh Oersted dan Ampere sebenarnya tidak dibuat dalam konteks medan listrik dan medan magnet. Gagasan tentang medan magnet dikemukakan oleh Faraday dan tidak digunakan secara umum. Pada akhirnya, Maxwell menunjukkan bahwa fenomena listrik dan magnet dapat digambarkan dengan menggunakan persamaan yang melibatkan medan listrik dan medan magnet. Persamaan yang dinamakan persamaan Maxwell merupakan persamaan dasar untuk elektromagnet. Hipotesis yang dikemukakan oleh Maxwell, mengacu pada tiga aturan dasar listrik-magnet berikut ini.
1. Muatan listrik dapat menghasilkan medan listrik di sekitarnya (Hukum Coulomb).
2. Arus listrik atau muatan listrik yang mengalir dapat menghasilkan medan magnet di sekitarnya (Hukum Biot-Savart).
3. Perubahan medan magnet dapat menghasilkan medan listrik (Hukum Faraday).
Berdasarkan aturan tersebut, Maxwell mengemukakan sebuah hipotesis sebagai berikut: “Karena perubahan medan magnet dapat menimbulkan medan listrik, maka perubahan medan listrik pun akan dapat menimbulkan perubahan medan magnet”. Hipotesis tersebut digunakan untuk menerangkan terjadinya gelombang elektromagnet.

Maxwell melakukan eksperimen pada dua buah isolator, masing-masing diikat pada ujung pegas dan diberi muatan yang berbeda (positif dan negatif ). Kemudian, pegas digetarkan sehingga jarak antara kedua muatan berubahubah, yang mengakibatkan kedua muatan tersebut menimbulkan medan listrik yang berubah-ubah.
Perubahan medan listrik tersebut akan menimbulkan medan magnet yang berubah-ubah pula. Dan dari perubahan medan magnet yang terjadi, akan menimbulkan kembali medan listrik. Demikian seterusnya sehingga terjadi proses yang tidak terputus. Perambatan medan listrik E dan medan magnet B tegak lurus satu sama lain secara bersamaan disebut gelombang elektromagnet

Getaran Harmonik


Gerak harmonik merupakan gerak sebuah benda dimana grafik posisi partikel sebagai fungsi waktu berupa sinus (dapat dinyatakan dalam bentuk sinus atau kosinus). Gerak semacam ini disebut gerak osilasi atau getaran harmonik. Contoh lain sistem yang melakukan getaran harmonik, antaralain, dawai pada alat musik, gelombang radio, arus listrik AC, dan denyut jantung. Continue reading

Gelombang Suara


( Bagian 1)

Ayat ke- 29 : “.Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati.” Ayat ke- 49. Mereka hanya menunggu satu teriakan, yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar?”

Suara, merupakan salah satu contoh gelombang yang memindahkan energi dalam perambatannya. Energi suara yang sangat dahsyat inilah (sangkakala) yang pertama inilah yang dapat menghancurkan bumi ini. Penelitian dan eksperimen   telah dilakukan untuk menguji gelombang suara dan manfaatnya dalam kehidupan. Konon Amerika memiliki senjata suara  SONIC yang dulu di pakai dalam perang vietnam.

Selama ini, yang kita tahu laser dimanfaatkan untuk  pencahayaan dan persenjataan. Selain itu, ternyata laser juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan suara.
Para peneliti menamakan teknologi laser suara itu dengan “Saser”. Saser  bisa memperoduksi berbagai gelombang suara yang bisa dimanfaatkan untuk pengoperasian komputer bahkan mendeteksi ada atau tidaknya senjata berbahaya.  “Setelah 50 tahun penemuan laser, kami ingin mengembangkannya menjadi  sebuah teknologi yang potensial,” kata Profesor Anthony Kent dari Universitas Nottingham, Inggris.
Saser menggunakan gelombang suara dari getaran yang disebut phonon. Saat  distimulasi dengan sumber listrik, phonon akan mengeluarkan suara berkekuatan tinggi.

Saser adalah alat pertama di dunia yang bisa mengeluarkan suara dengan frekuensi terahertz dan gelombang suaranya bisa mencapai miliaran meter.

Saser ini merupakan perkembangan dari teknologi laser yang ditemukan  pertama kali secara teori oleh ilmuwan, Albert Einstein pada 1917. Akan tetapi teori tersebut baru direalisasikan pada tahun 1960. Dalam  perkembangannya, laser tidak hanya digunakan untuk pencahayaan tetapi juga untuk bidang kedokteran hingga industri.

Dalam bidang medis, Gelombang suara biasanya digunakan untuk mendapatkan gambar obyek yang tersembunyi, seperti ketika dokter perlu melihat bayi dalam kandungan. Tetapi, yang digunakan untuk sonogram adalah gelombang suara yang lemah dan gambarnya kabur. Kini para ilmuwan sedang mengembangkan alat untuk membuat gelombang suara menjadi lebih kuat, dan diharapkan suatu hari nanti bisa digunakan untuk menghancurkan tumor.

Menurut peneliti Alessandro Spadoni, gelombang suara bisa difokuskan melalui semacam lensa, sehingga gelombang-gelombang suara itu bisa digabungkan menjadi  sebuah pulsa yang kuat.

Contohnya, gelombang-gelombang suara yang diarahkan ini bisa digunakan untuk menciptakan panas. Para peneliti sedang berusaha memanfaatkan panas ini, sebagai cara yang tidak langsung untuk membunuh jaringan kanker. Terapi ini disebut ‘hyperthermia’. Tetapi Spadoni mengatakan, alat terapi hyperthermia yang ada saat ini tidak bisa diarahkan dengan tepat.

“Mereka tidak hanya memanaskan jaringan yang sakit, tetapi juga jaringan yang sehat disekitarnya. Ini merupakan efek sampingnya. Kami bisa memfokuskan gelombang suara dengan lebih baik, sehingga bisa mengurangi pancaran energi yang tidak diperlukan di jaringan yang sehat. Ini mungkin yang bisa kita berikan untuk memperbaiki teknik hyperthermia,” jelas Spadoni.

Tetapi menurut Spadoni, menghancurkan tumor hanya salah satu kemungkinan penggunaan teknologi baru ini. Ia menambahkan bahwa langkah berikutnya adalah menguji alat ini untuk mengetahui kelemahan-kelemahannya dan juga bekerja sama dengan ahli kesehatan untuk mengujinya dalam bidang kesehatan. Baca juga Di sini tentang USG (ultrasonograafi) mengenai manfaat dan bahayanya pada janin.

Tsunami, apaaaaaan tuh!


Kata tsunami berasal dari bahasa jepang, tsu berarti pelabuhan, dan nami berarti gelombang. Tsunami sering terjadi Jepang. Sejarah Jepang mencatat setidaknya 195 tsunami telah terjadi.

Pada beberapa kesempatan, tsunami disamakan dengan gelombang pasang. Dalam tahun-tahun terakhir, persepsi ini telah dinyatakan tidak sesuai lagi, terutama dalam komunitas peneliti, karena gelombang pasang tidak ada hubungannya dengan tsunami. Persepsi ini dahulu populer karena penampakan tsunami yang menyerupai gelombang pasang yang tinggi.

Tsunami dan gelombang pasang sama-sama menghasilkan gelombang air yang bergerak ke daratan, namun dalam kejadian tsunami, gerakan gelombang jauh lebih besar dan lebih lama, sehingga memberika kesan seperti gelombang pasang yang sangat tinggi. Meskipun pengartian yang menyamakan dengan “pasang-surut” meliputi “kemiripan” atau “memiliki kesamaan karakter” dengan gelombang pasang, pengertian ini tidak lagi tepat. Tsunami tidak hanya terbatas pada pelabuhan. Karenanya para geologis dan oseanografis sangat tidak merekomendasikan untuk menggunakan istilah ini.

Hanya ada beberapa bahasa lokal yang memiliki arti yang sama dengan gelombang merusak ini. Aazhi Peralai dalam Bahasa Tamil, ië beuna atau alôn buluëk (menurut dialek) dalam Bahasa Aceh adalah contohnya. Sebagai catatan, dalam bahasa Tagalog versi Austronesia, bahasa utama di Filipina, alon berarti “gelombang”. Di Pulau Simeulue, daerah pesisir barat Sumatra, Indonesia, dalam Bahasa Defayan, smong berarti tsunami. Sementara dalam Bahasa Sigulai, emong berarti tsunami.

Penyebab terjadinya tsunami

Tsunami dapat terjadi jika terjadi gangguan yang menyebabkan perpindahan sejumlah besar air, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut. Dalam rekaman sejarah beberapa tsunami diakibatkan oleh gunung meletus, misalnya ketika meletusnya Gunung Krakatau.

Gerakan vertikal pada kerak bumi, dapat mengakibatkan dasar laut naik atau turun secara tiba-tiba, yang mengakibatkan gangguan keseimbangan air yang berada di atasnya. Hal ini mengakibatkan terjadinya aliran energi air laut, yang ketika sampai di pantai menjadi gelombang besar yang mengakibatkan terjadinya tsunami.

Kecepatan gelombang tsunami tergantung pada kedalaman laut di mana gelombang terjadi, dimana kecepatannya bisa mencapai ratusan kilometer per jam. Bila tsunami mencapai pantai, kecepatannya akan menjadi kurang lebih 50 km/jam dan energinya sangat merusak daerah pantai yang dilaluinya. Di tengah laut tinggi gelombang tsunami hanya beberapa cm hingga beberapa meter, namun saat mencapai pantai tinggi gelombangnya bisa mencapai puluhan meter karena terjadi penumpukan masa air. Saat mencapai pantai tsunami akan merayap masuk daratan jauh dari garis pantai dengan jangkauan mencapai beberapa ratus meter bahkan bisa beberapa kilometer.

Gerakan vertikal ini dapat terjadi pada patahan bumi atau sesar. Gempa bumi juga banyak terjadi di daerah subduksi, dimana lempeng samudera menelusup ke bawah lempeng benua.

Tanah longsor yang terjadi di dasar laut serta runtuhan gunung api juga dapat mengakibatkan gangguan air laut yang dapat menghasilkan tsunami. Gempa yang menyebabkan gerakan tegak lurus lapisan bumi. Akibatnya, dasar laut naik-turun secara tiba-tiba sehingga keseimbangan air laut yang berada di atasnya terganggu. Demikian pula halnya dengan benda kosmis atau meteor yang jatuh dari atas. Jika ukuran meteor atau longsor ini cukup besar, dapat terjadi megatsunami yang tingginya mencapai ratusan meter.

Gempa yang menyebabkan tsunami

  • Gempa bumi yang berpusat di tengah laut dan dangkal (0 – 30 km)
  • Gempa bumi dengan kekuatan sekurang-kurangnya 6,5 Skala Richter
  • Gempa bumi dengan pola sesar naik atau sesar turun

sumber: Wikipedia

Kenapa sebelum hujan, awan berwarna Gelap?


  • Dalam postingan tentang terjadinya  Hujan, Zivendra menanyakan kenapa kalau mendung awan berwarna Hitam? kenapa ya….?

Kira-kira begini, sebelum hujan gumpalan awan mengangung sedikit uap air. sehingga sinar matahari masih bisa menembus gumpalan awan. Dengan demikian warna awan masih kelihatan terang benderang. Nah… ketika awan mengandung banyak uap air sehingga awan menjadi pekat. saat ini matahari tidak bisa menembus awan atau bagian permukaan awan yang kita lihat tidak terkena cahaya, akibatnya warna terlihat gelap..

itu hanya jawaban logika saya sih….bagaimana menurutmu?

trus…betulkan tidak ada warna benda yang abadi???

GELOMBANG OTAK


Halo kawan.apa kabarnya? Semoga kawan semua dalam keadaan sehat dan terus bergerak positif..sehingga memperoleh resultan gaya yang positif juga. Sudah lama rasanya tidak update blog ini. Lagi terserang virus malas nih.. untungnya sy ingat sunatullah dari Hukum II Newton. Gaya dorong yang lemah akan semakin memperlambat gerak langkah kita. Semestinya tak kubiarkan rank alexa terus melambung tinggi..

Langsung saja pada materi… dulu di semester lima kelas 3. Kalian sudah mempelajari tentang gelombang dan sahabat-sahabatnya.. hehehee..”memangnya orang kali”. Sekarang coba kita lihat materi gelombang hubungannya dengan otak..

Selamat baca…

Otak kiri dan kanan

Penemuan kerja otak kiri dan otak kanan pertama kali diteliti oleh ilmuwan Roger Sperry dan kawan-kawan. Sejak itu orang mulai percaya bahwa kedua belahan otak mempunyai peranan yg penting meskipun kerjanya saling berlawanan.

Fungsi Otak Kiri  

-Pemikiran analitis -Logika -Bahasa   -Sains dan Matematika

Fungsi Otak Kanan 

-Pemikiran Holistik  -intuisi  -kreativitas  -seni dan musik

Untuk bisa mencapai hasil kerja optimal, kita harus bisa mengkombinasikan kerja kedua belahan otak tsb, sehingga bisa berjalan beriringan dan saling melengkapi. Cara untuk mengkombinasikan kinerja otak tsb dengan mengetahui wilayah kerja gelombang otak yg paling nyaman.

Continue reading