manfaat mikro teaching

Salah satu cara terbaik untuk menjadi guru profesional adalah dengan mempraktikkan dan mendapatkan umpan balik dari guru lain. Masukan seorang rekan sejawat dalam sebuah praktik pengajaran mini akan sangat besar manfaatnya untuk membantu mengenali kekuatan dan sekaligus  mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki.

Microteaching secara sederhana bisa dimaknai sebagai pengajaran mikro atau satu sesi pengajaran dalam durasi waktu yang pendek, dengan cakupan materi yang sempit, dengan jumlah peserta didik yang sedikit (pengajaran mini). Pengajaran mikro, konon telah dikembangkan pada awal dan pertengahan 1960-an oleh Dwight Allen dan teman-temannya pada Program Pendidikan Dosen Stanford (Stanford Teacher Education Program), Inggris. Model Stanford ini menekankan proses pengajaran, peninjauan ulang (review), dan perenungan, dengan menggunakan para siswa sekolah sebagai pendengar asli. Model ini telah diadopsi untuk pengajaran di perguruan tinggi dan sering digunakan untuk para calon guru, dosen muda yang baru lulus, atau asisten dosen. Model ini menawarkan satu bentuk umpan balik dan diskusi yang terfokus dan terkonsentrasi dari dan dengan rekan sejawat.

READ MORE..

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s