Gelombang Suara

( Bagian 1)

Ayat ke- 29 : “.Tidak ada siksaan terhadap mereka melainkan dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka mati.” Ayat ke- 49. Mereka hanya menunggu satu teriakan, yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar?”

Suara, merupakan salah satu contoh gelombang yang memindahkan energi dalam perambatannya. Energi suara yang sangat dahsyat inilah (sangkakala) yang pertama inilah yang dapat menghancurkan bumi ini. Penelitian dan eksperimen   telah dilakukan untuk menguji gelombang suara dan manfaatnya dalam kehidupan. Konon Amerika memiliki senjata suara  SONIC yang dulu di pakai dalam perang vietnam.

Selama ini, yang kita tahu laser dimanfaatkan untuk  pencahayaan dan persenjataan. Selain itu, ternyata laser juga bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan suara.
Para peneliti menamakan teknologi laser suara itu dengan “Saser”. Saser  bisa memperoduksi berbagai gelombang suara yang bisa dimanfaatkan untuk pengoperasian komputer bahkan mendeteksi ada atau tidaknya senjata berbahaya.  “Setelah 50 tahun penemuan laser, kami ingin mengembangkannya menjadi  sebuah teknologi yang potensial,” kata Profesor Anthony Kent dari Universitas Nottingham, Inggris.
Saser menggunakan gelombang suara dari getaran yang disebut phonon. Saat  distimulasi dengan sumber listrik, phonon akan mengeluarkan suara berkekuatan tinggi.

Saser adalah alat pertama di dunia yang bisa mengeluarkan suara dengan frekuensi terahertz dan gelombang suaranya bisa mencapai miliaran meter.

Saser ini merupakan perkembangan dari teknologi laser yang ditemukan  pertama kali secara teori oleh ilmuwan, Albert Einstein pada 1917. Akan tetapi teori tersebut baru direalisasikan pada tahun 1960. Dalam  perkembangannya, laser tidak hanya digunakan untuk pencahayaan tetapi juga untuk bidang kedokteran hingga industri.

Dalam bidang medis, Gelombang suara biasanya digunakan untuk mendapatkan gambar obyek yang tersembunyi, seperti ketika dokter perlu melihat bayi dalam kandungan. Tetapi, yang digunakan untuk sonogram adalah gelombang suara yang lemah dan gambarnya kabur. Kini para ilmuwan sedang mengembangkan alat untuk membuat gelombang suara menjadi lebih kuat, dan diharapkan suatu hari nanti bisa digunakan untuk menghancurkan tumor.

Menurut peneliti Alessandro Spadoni, gelombang suara bisa difokuskan melalui semacam lensa, sehingga gelombang-gelombang suara itu bisa digabungkan menjadi  sebuah pulsa yang kuat.

Contohnya, gelombang-gelombang suara yang diarahkan ini bisa digunakan untuk menciptakan panas. Para peneliti sedang berusaha memanfaatkan panas ini, sebagai cara yang tidak langsung untuk membunuh jaringan kanker. Terapi ini disebut ‘hyperthermia’. Tetapi Spadoni mengatakan, alat terapi hyperthermia yang ada saat ini tidak bisa diarahkan dengan tepat.

“Mereka tidak hanya memanaskan jaringan yang sakit, tetapi juga jaringan yang sehat disekitarnya. Ini merupakan efek sampingnya. Kami bisa memfokuskan gelombang suara dengan lebih baik, sehingga bisa mengurangi pancaran energi yang tidak diperlukan di jaringan yang sehat. Ini mungkin yang bisa kita berikan untuk memperbaiki teknik hyperthermia,” jelas Spadoni.

Tetapi menurut Spadoni, menghancurkan tumor hanya salah satu kemungkinan penggunaan teknologi baru ini. Ia menambahkan bahwa langkah berikutnya adalah menguji alat ini untuk mengetahui kelemahan-kelemahannya dan juga bekerja sama dengan ahli kesehatan untuk mengujinya dalam bidang kesehatan. Baca juga Di sini tentang USG (ultrasonograafi) mengenai manfaat dan bahayanya pada janin.

About these ads

2 responses to “Gelombang Suara

  1. Pingback: Mengungkap Misteri surat YASIN dengan Fisika | RAHASIA FISIKA (RF)

  2. oooooooooooooooooooooooo giituuu tooooooooooooohhhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s