Tiba-tiba para siswa tersenyum, ketika saya menjawab ada cahaya yang memancar dari wajah saya ke mata kalian. seakan tak percaya, bagaimana kalau saya berada diruaang gelap, apakah kalian masih bisa melihat saya? bagaimana ini bisa terjadi ya?
Baiklah akan saya kemukakan pada postingan kali ini, bersumber dari beberapa teori berikut ini:
1. Teori Tactile
Para ahli sejak zaman sebelum masehi mengatakan, bahwa kita dapat melihat benda karena terdapat cahaya dari mata kita, yang dipancarkan pada benda tersebut. Seperti sebuah senter yang dorotkan pada benda sehingga kita bisa melihat benda tersebut. Teori ini dipelopori oleh filosof Yunani seperti Aristoteles dan Ptolomeus.
2. Teori Emisi
Teori emisi dicetuskan pertama kali oleh Ibnu Al-Haitsam pada abad ke -10 melalui bukunya berjudul Kitap al-Manazir ( Buku Optik) yang ditulis antara tahun 1015 – 1021. Buku ini mampu menjawab dari pertanyaan selama ini.
teori ini disebut mengubah konsep cahaya secara drastis karena berlawanan dengan teori tactile. teori emisi menyatakan bahwa kita dapat melihat benda, justru karena terdapat cahaya yang datang yang dipantulkan benda yang kita lihat menuju mata. Teori ini yang pada akhirnya diyakini sampai saat ini.
Gagasan lain yang perlu kita ketahui, Ibnu Al-Haitsam membuat “pin hole camera” yakni cikal bakal kamera foto. bagian utama kamera tersebut adalah benda dengan ruang gelap dan kosong yang diterangi, yang dalam bahasa arab disebut “qamara”. sampai hari ini kita kenal dengan nama kamera. hmmmm luar biasa sekali bukan ilmunya?
oh ya… kalau melihat benda bisa warna warni itu kenapa? mungkin teman bisa coba menjawabnya.







sebuah “asbabun nuzul” yang layak dijadikan sebagai rujukan, pak. terima kasih atas info dan pencerahannya.
Pingback: Pemantulan Cahaya | Rahasia Fisika
Pingback: Pemantulan Cahaya « Rauh Semadi
benda tampak berwarna karena :
mis. daun >> hijau.
cahaya terdiri dari spektrum 7 warna, dimana jika cahaya yang terpancar ke daun tsb, spektrum hijaunya dipantulkan ke mata kita sedangkan sisa spektrum warna lainnya ‘terserap’ sehingga tidak terlihat.
seinget saya sih gitu.