Andaikan saja aset waktu setiap menitnya adalah kreativitas. kita akan melahirkan sebuah lukisan padat di atas kanvas kehidupan. Coba kita analogikan jika satu menit itu sama dengan 1 titik di atas kanvas, maka kita akan mampu membuat /menghubungkan titik-titik itu menjadi sebuah garis kehidupan yang berarti bahkan menjadi lukisan indahlah dalam kanvas kehidupan. Dengan demikian jika titik-titik itu terhapus dalam kanvas, kita telah kehilangan saat-saat berarti dalam kehidupan dan garis-garis kehidupan kita terputus-putus.
Ibaratnya titik itu muncul hanya di beberapa tempat, kita banyak menyisakan ruang kosong yang tak tahu apa artinya. Begitupun juga dalam kehidupan kita, mungkin kita telah menulis ruang kosong di atas kanvas kehidupan dengan amalan-amalan yang tak berarti. Mungkin juga hidup kita hanya bermanfaat untuk sedikit waktu saja dari jatah hidup yang diberikan sang Pemberi Karunia. Keberadaannya bagaikan sedikit titik-titik di ruang kosong kanvas kehidupan, ketiadaannya juga tak berarti apa-apa. Maka beruntunglah orang-orang yang selalu terhubung dan keberadaannya menjadi sebuah lukisan di atas kanvas kehidupan. Ingatlah khoerunnas anfauhum linnas.







salam kenal
nice, aq suka artikel2 seperti ini. menghubungkan antara sains dan ilmu sosial….
terima kasih…kunjungannya
Pingback: Psikologi Hukum I Newton « RAHASIA FISIKA
Pingback: Apa yang Menjadi Dasar Perhitungan Waktu? |