Kohesi dan Adhesi


(sebuah sastra fisika)

Pagi itu matahari terlihat malu-malu menampakkan wajahnya yang biasa bersinar. Seolah-oleh masih betah berselimut awan pagi yang enggan disibakkannya. Sesaat aku duduk-duduk di atas teras selepas oleh raga pagi. Kuambil segelas air putih tepat di samping meja yang hampir rapuh. Terasa berbeda pagi itu karena sang istri sudah menyiapkannya jauh sebelum aku datang.
Sesaat kuambil air yang tinggal seperempatnya. Alama….h sebagian partikel-partikel air tampak tertarik ke dinding gelas. Sehingga yang tampak permukaan air cekungan. Aku agak sedikir keran dengan sifat air seperti ini. Mungkinkah karena dasar gelas yang cekung itu. Hm… jadi terasa romantis dengan gelas pesta yag tak biasa disuguhkan pagi itu. Biasanya gelas ini menjadi andalan kalau ada orang bertamu ke gubukku.

Rasa penasaranku terus mengisi ruang otak kepalau yangmasih berkeringat. Kuambil gelas kesukaanku- kali ini dengan dasar yang lebih rata-. Air tadi kucoba pindahkan ke dalam gelas yang barusan ku ambil. Dan lagi-lagi aku terperanjat dengan sifat air ini. Partikel air permukaan yang nempel di dinding gelas tampak tertarik oleh partikel dinding gelas/kaca. Sehingga membentuk fenomena permukaan air yang cekung. Ternyata buka gara-gara gelas pesta itu ya……….
Seandainya partikel air mempunyai 2 tangan, maka satu tangan tertarik oleh partikel-partikel air yang lain dan satu tangan lagi tertarik lebih kuat oelh tangan-tangan partikel kaca. Terbayang saat itu, terjadi perebutan partikel air antara partikel kaca dengan air. Dan aku piker kalau gaya tarik partikel kaca lebih besar daripada air, tentulah membentuk permukaan cekung. Hm… ternyata gaya tarik-menarik partikel aair dengan kaca lebih kuat/ besar di banding dengan gaya tarik antara partikel sejenis. Biar lebih keren kita istilahkan… gaya tarik antara partikel-partikel sejenis disebut gaya Kohesi sedangkan gaya tarik menarik antar partikel yang berbeda jenis disebut adhesi. Jadi bisa kita katakan pada permukaan cekungan air gaya adhesi lebih besar daripada kohesi.
Haw… pipiku mulai terasa panas nih…kayanya sang matahari mulai menyentuhku dan tak malu-malu lagi…. Seolah-oleh memenyruhku tuk segela mandi…. M Aan S

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s